Suara Anggota
Salurkan keluhan Anda! Mari bersama mencari solusi yang
konstruktif. Weddingku.com bersedia menjadi jembatan penghubung.
Kami
dari Weddingku.com sangat mengerti bahwa Anda mungkin mengalami
pengalaman yang kurang enak dengan pelayanan dari vendor tertentu.
Kami juga mengerti Anda ingin berbagi ataupun menyampaikan keluhan.
Untuk itu kami sediakan layanan ini.
Kami akan berusaha menjadi jembatan penghubung yang baik dalam
mendapatkan solusi penyelesaian yang konstruktif antara pengguna dan
penyedia layanan wedding. Posting Anda tidak akan langsung tampil,
namun kami klarifikasikan dulu baru kemudian ditampilkan.
Silakan pastikan Anda sudah login dulu sebelum mengisikan
formulir keluhan Anda.
KIRIM SUARA ANDA!
|
KECEWA dengan A Wen catering
Oct 06, 2011 14:56:19 by Fransisca
Dear all sahabat wedding ku, saya adalah pengantin yang barusan menikah bulan September 2011 ini. Disini saya ingin sharing pengalaman hari wedding saya kepada para capeng terutama capeng yang sudah atau akan memilih AWEN cartering sebagai vendor catering. Melalui sharing ini juga saya berharap para capeng yang lain lebih berhati-hati dengan vendor walau yang telah memiliki reputasi sekalipun sebab kadang di hari H apa yang kita harapkan dari vendor tidak selalu menjadi kenyataan. Awalnya, kami memilih vendor Awen catering karena gedung yang kami pilih memiliki partner yang salah satunya adalah Awen catering, kami pun tidak langsung deal tapi mencari informasi baik di website ataupun di weddingku. Walaupun ada posting yang tidak menyenangkan mengenai Awen catering, kami akhirnya memutuskan menggunakan jasa Awen setelah melakukan test food dan mengujungi stand mereka di expo. Segalanya dari tahap persiapan wedding dari negosiasi harga,pemilihan makanan buffet ataupun food stall sampai dekor catering berjalan mulus. Pembayaran pun kami tuntaskan sebelum hari H. Tapi segalanya buyar ketika hari H tiba, dan Awen catering melakukan kesalahan yang bagi saya sungguh tidak professional. 1. Buffet VIP keluarga telat datang, seharusnya makan keluarga yang dimulai jam 5 sore setelah teapai akhirnya tertunda hingga jam 6.30 dikarenakan Awen catering telat sampai di lokasi gedung. sekitar jam 6 baru sampai di gedung dan selesai setting makanan VIP sudah jam 6.30 alasan mereka jalanan macet. Padahal jarak dari gedung dengan Awen hanya butuh 30 menit dan saat itu jalan sama sekali TIDAK MACET karena mobil pengantin pun melalui jalan yang sama persis dan lancar-lancar saja. Akhirnya keluarga kami yang datang dari jam 4 sore untuk teapai mesti menunggu hingga jam 6.30 baru makan. Dan yang lebih parah lagi, menu untuk buffet keluarga tidak sesuai request yang sudah ditekankan berulang2 dimana menu "bakso" hanya boleh ada bakso ikan tetapi kenyataannya dicampur dengan bakso sapi yang mengakibatkan sebagian keluarga tidak makan menu tersebut. 2. Tidak ada PIC (person in charge) dan crew yang tidak berpengalaman. Pada hari wedding kami, tidak seorangpun yang kami kenal dari Awen yang bertugas di gedung resepsi kami. Biasanya ada kapten Awen yang in charge di tiap resepsi, tetapi di wedding kami tidak satupun dari mereka, semua crew yang ditanya tidak ada yang mengaku sebagi kapten dan malah crew yang bertugas untuk menjaga pondokan dan buffet terkesan orang-orang cabutan yang tidak mengerti apa-apa. Memang hari yang kami pilih waktu itu adalah hari baik yang ramai pesta pernikahan, dan setelah diusut ternyata Awen catering pun menangani banyak sekali resepsi di hari tersebut dan orang-orang kepercayaan awen bertugas penuh di resepsi yang nilai cateringnya lebih besar dari kami. Tapi walaupun mungkin nilai catering kami tidaklah mencapai ratusan juta seperti resepsi lainnya di hari itu, kami tentunya memiliki hak yang sama untuk mendapatkan perlakuan yg professional dari Awen. alhasil, penyediaan makanan menjadi berantakan karena tidak ada kapten yang mengatur. ada buffet yang masih ada makanan tapi kehabisan piring sedang buffet satunya kehabisan makanan tapi masih ada piring. Crew yang bertugas pun seperti tidak tahu apa yang mesti dilakukan, tidak ada yang mulai mencuci piring-piring kotor sampai sodara saya yang melihat ke dapur dan mulai memerintah mereka untuk mencuci. Piring dan gelas telat terisi. bahkan saudara saya ada yang sampai inisiatif memindahkan makanan sendiri sebab crew kebingungan apa yang mesti dilakukan. Puncaknya banyak tamu saya yang harus mengantri di dekat dapur hanya menunggu GELAS AIR karena telat dire-fill. Tamu harus menunggu 15 menit hanya untuk minum dan meminta piring & sendok. 3. Tidak ada yang menjaga pondokan dari keluarga. Kami memesan 1 set pondokan yang kami isi dengan pem-pek dari keluarga. pondokan tersebut dicharge 900an ribu untuk pondokan, piring sebanyak 200 dan 1 orang yang menjaga. Di hari H memang pondokan disiapkan dan menu keluarga pun disajikan, akan tetapi tidak ada seorang crew pun yang bertugas menjaga dan membagikan makanan tersebut sesuai porsi yang ditentukan. Alhasil, tamu bebas mengambil pempek sesuka hati mereka dan ketika piring di atas meja habis, tidak ada seorangpun yang mengambilnya dari bawah meja pondokan. sampai harus pihak keluarga yang mengabilnya karena melihat banyak tamu yang ingin memakan tapi tidak ada piring. 4. Setelah dihitung ternyata kurang 50 porsi mendekati hari H, kami memang menambah 50 porsi tambahan untuk jaga-jaga takut tamu yang datang akan melebihi hitungan awal. total yang kami pesan adalah 600 buffet utama (diluar +50 bonus buffet vip keluarga) dan 7 pondokan yang masing-masing 200 porsi. Tetapi di hari H ternyata buffet tengah hanya ada 550 piring. Setelah acara selesai saya pun menghubungi Awen untuk menanyakan kemana hilangnya buffet utama yang 50 porsi lagi, tetapi pihak Awen mengatakan porsi yang mereka masak adalah porsi 600 yang kurang adalah piring yang hanya datang sebanyak 550. Tapi pertanyaanya bagaimana kita menghitung porsi jika tidak melalui jumlah piring? dan Awen pun TIDAK BERSEDIA membayar kembali 50 porsi yang kurang tersebut. Malah mengatakan mereka juga akan men-cas piring yang mereka cuci bila kami meminta kembali 50 porsi yang hilang. Padahal dari sejak pertama mereka selalu mengatakan mereka bersedia mencuci bila ternyata piring bersih habis. Disini saya melihat begitu tidak professionalnya Awen, sebab mereka sudah mengakui piring kurang sebanyak 50 tapi tetap kekeh kalo porsinya 600 dan mencari alasan2 untuk mengelak. kita sebagai customer catering tentu hanya bisa menghitung dari jumlah piring dan tidak mungkin makanan yang dibawa ke gedung dihitung porsinya satu per satu. Overall, saya kecewa dengan pihak Awen Catering. walaupun makanan mereka cukup enak dan tergolong mahal, mereka tidak cukup professional ketika handle di banyak resepsi pada hari yang sama. Mereka terkesan hanya memprioritaskan respsi yang nilai cateringnya lebih tinggi dan menomor dua kan resepsi kecil seperti saya. Tidak adanya kapten yang bertanggung jawab dan berpengalaman menjadi tanda tanya besar atas nama besar Awen Catering.Saya harap para capeng dapat belajar dari pengalaman saya ini sehingga dapat lebih berhati-hati dalam pemilihan vendor dan tidak menyerahkan hari H sepenuhnya ke vendor. good luck.
|
|
|
Pengalaman dgn La`Saine/ Marquee Offices
Aug 02, 2011 10:41:20 by Adelhide Lauwra Kuncoro
Hi, Mau sharing sedikit aja nih, buat kalian yang mau memilih venue buat wedding di La`Siane / Marquee offices gedung cyber 2 kuningan, lebih baik hati2 dan musti ekstra teliti krn mereka tidak profesional. Mereka sbnrnya specialize in virtual offices, utk wedding mrk masih baru. Catering rekanan pun saat itu masih sedikit. Ketika kita ktm dgn perwakilan dr vendor cateringnya, Tomodachi, kita berpikir kok utk nego soal paket susah sekali. Akhirnya kita memutuskan utk memakai catering diluar rekanan mereka. Saat itu mereka bilangnya ada corkage catering 20%, kita pun sempat nanya kl kita bawa dekorasi, entertaiment dll apa ada charge lagi, mereka bilang tidak ada, bahkan utk dekorasi saat itu mereka bilang tidak ada charge apapun termasuk secure deposit. Singkat kata, kita hanya menyewa ruangan mereka, selebihnya dari luar. Saat saya meminta invoice utk membayar, tiba2 di surat penawaran mereka, corkage catering tiba2 berubah menjadi 30%. Ketika saya tanya, mereka malah merasa tidak pernah bilang 20%. Lalu keanehan lain adalah ada yg namanya "biaya adm" buat loading dan unloading barang sebesar 300rb/jam + pajak 10% !! Artinya kl pihak dekor butuh waktu 10jam, artinya akan ada biaya 3,3jt hanya untuk loading dan unloading barang!! Hal ini membuat saya kesal dan akhirnya hanya mau berbicara via email, karena akan ada tulisan yg bisa dipegang. Ketika mereka email terms and condition, tidak ada yg namanya biaya adm utk loading dan unloading disitu..otomatis saat itu juga saya minta utk difax copy aslinya utk pegangan saya..dan dalam waktu 15 mnt..saya terima email baru yg sudah dirubah, dan ada biaya admnya..alasan mereka..MISTYPO !! Iya, MISTYPO sebanyak 1 pasal, dan lebih dari 100 kata ! Seakan tidak peduli bahwa saya masih simpan semua email dari mereka, utk invoice terakhir yang sudah saya setujui via email, ketika saya minta invoice aslinya..lagi2 HARGANYA BERUBAH ! Karena ketidakprofesionalan mereka rencana menikah sayapun jd terhambat, sy nikah okt ini.
Tanggapan:
Aug 02, 2011 10:41:20 by Freddy Setiawan | Marquee Executive Offices
Kami, Marquee Executive Offices, bergerak di bidang Service Office, Virtual Office dan Conference Centre. Selain itu kami baru saja meluncurkan produk baru kami yaitu La’SEINE Function Hall yakni sebagai penyedia tempat pernikahan. Dalam pemilihan vendor-vendor rekanan yang akan bekerja sama dengan kami tentunya harus melalui proses penyeleksian yang ketat, agar standar kualitas yang telah ditetapkan bisa terjaga dengan baik dari waktu ke waktu. Namun demikian tidak menutup kemungkinan bagi klien kami untuk menggunakan vendor di luar rekanan kami, tentunya dengan mengikuti ketentuan yang telah kami tetapkan. Kami sebagai penyedia tempat pernikahan yang baru, sudah berpengalaman dalam mengadakan acara besar dengan kapasitas sampai dengan 600 orang seperti Gathering, product launching, Seminar, Share Holder Meeting dan lain lain. Klien kami yang sudah menggunakan fasilitas kami adalah DANONE Group, Holcim, Bank BTPN, BCA, Pertamina, Yusuf Kalla Group, Daya Dimensi Indonesia dan perusahaan-perusahaan international lainnya yang sampai sekarang masih tetap menggunakan fasilitas conference kami.
Bagi klien yang ingin menggunakan vendor di luar vendor rekanan kami tentunya harus mengikuti peraturan yang telah kami tetapkan, salah satunya adalah klien akan dikenakan corkage charges sebesar minimal 30 % dan pembayaran security deposit (security deposit akan dikembalikan setelah acara selesai, jika tidak ada kerusakan/kerugian yang terjadi). Penetapan biaya ini dibebankan atas penggunaan fasilitas kami oleh vendor klien tersebut, seperti ruang persiapan, dapur, listrik, cleaning service, security, kerusakan tidak terduga, dan lain- lainnya.
Untuk penggunaan fasilitas kami di luar/setelah jam kerja normal akan ada biaya tambahan untuk loading dan unloading dikarenakan ini melibatkan semua pihak dari security gedung, lift service barang dan operatornya. Seperti yang sudah kami sampaikan kepada Saudari melalui email. Untuk hari minggu , kita memberlakukan biaya administrasi sebesar Rp. 350.000,-++/acara.
Mistypo kami adalah pada pernyataan hari Sabtu, dari 08.30 - 17.30 menjadi 08.30 - 12.30. Dimana waktu ini sudah di tetapkan oleh pihak Building Management.
Untuk invoice yang selalu berubah dikarena diskusi kami dengan pihak keluarga mertua Saudari, Bapak Bertie dan Ibu Lieke. Kami mengeluarkan Invoice sesuai dengan Package Quote yang telah disepakati dan ditanda tangani oleh mereka. Invoice hanya akan bisa dikeluarkan apabila Package Quote kami sudah disepakati dan ditanda tangani oleh pihak client.
Untuk invoice yang selalu berubah dikarena diskusi kami dengan pihak keluarga mertua Saudari, Bapak Bertie dan Ibu Lieke. Kami mengeluarkan Invoice sesuai dengan Package Quote yang telah disepakati dan ditanda tangani oleh mereka. Invoice hanya akan bisa dikeluarkan apabila Package Quote kami sudah disepakati dan ditanda tangani oleh pihak client.
Kami percaya alasan keterlambatan tanggal pernikahan , mungkin disebabkan oleh keputusan pribadi saudari untuk memilih sendiri katering, dekorasi, dan hiburan. Kami sebagai penyedia tempat pernikahan memberikan pilihan kepada klien untuk menggunakan vendor sendiri atau vendor kami. Seperti yang kita ketahui dari awal, saudari ingin menggunakan vendor sendiri, dan hanya ingin menyewa ruangan saja ditempat kami. Di invoice yang kami berikan belum tercantum corkage atas penggunaan vendor sendiri, hal ini baru bisa kami bebankan setelah saudari memberikan copy invoice dari vendor yang saudari gunakan.
Pada kesempatan ini kami juga ingin mengucapkan terima kasih kepada Weddingku.com dan vendors kami atas semua supportnya sehingga La’SEINE mendapatkan respond yang yang sangat memuaskan dari klien yang ingin menggunakan La’SEINE Function Hall.
Sebagai informasi, setelah berdiskusi dan bernegosiasi dengan semua pihak, saat ini kami tidak mengenakan biaya apapun untuk loading dan unloading. Selain itu, paket pernikahan di tempat kami di mulai dari Rp. 85.000.000 (Nett) termasuk prasmanan 400 pax, dekorasi, dan hiburan.
Jika Anda ingin mendapatkan informasi lainnya, silakan kunjungi website resmi kami di http://laseine.marqueeoffices.com
|
|
|
Komplain Luminaire Photography
Jun 13, 2011 16:39:52 by Jonathan Sagita
Dear Pembaca, kami adalah Customer dari Luminaire, ingin membagikan pengalaman kami saat menggunakan Vendor ini. Pertama-tama, kami infokan dulu, bahwa kami juga mengambil paket prewedd di Bridal selain Luminaire. Kami mengalami banyak hal mengecewakan dalam hal photography yang tidak kami alami di Bridal, apalagi Luminaire menyebut diri sebagai Vendor Photography. Beberapa hal yang kami alami, dari Luminaire yaitu : 1. Lead time penyelesaian album (untuk prewedd maupun liputan) & video yang buruk. Lead time untuk album kami hitung mulai dari finalisasi & untuk video mulai dari hari H pernikahan. Kami mengalami proses waktu penyelesaian yang lamanya tidak wajar, sehingga saat kami menerima album & video, kami merasa moment-nya sudah basi, bukan seperti baru “kemarin”. 2. Editing foto yang mengecewakan. Luminaire tidak bisa mengedit sambungan rambut palsu, sehingga sambungan masih terlihat jelas saat album prewedd sudah tercetak. Jadi kami harus mengganti beberapa foto tersebut dan meminta cetak ulang album prewedd tersebut. Hasil album prewedd, dalam 1 halaman, beberapa foto yang menggunakan pakaian yang sama, ada yang tidak sama warnanya. Dan hal itu terdapat di beberapa halaman. Lalu proses editing juga sangat lama. Dan untuk proses edit, Luminaire tidak bisa memenuhi sepenuhnya apa yang kami inginkan. Kami sudah complain, tapi hasilnya tetap saja sama. 3. Make-up artist-nya standard. Sebaiknya para calon pengantin bisa mempertimbangkan untuk make-up di tempat lain terlebih dahulu, baru melakukan sesi foto. 4. Komunikasi yang sulit. Kami harus berusaha untuk mencari cara & berusaha dengan keras dalam menyampaikan keinginan kami agar dapat ditangkap & dimengerti, baru setelah itu maksud kami dapat diterima dengan terpaksa oleh Luminaire. Hal ini kami rasakan sangat mengganggu setiap kali melakukan editing layout, baik untuk prewedd maupun hari H. 5. Beberapa kebijakan Luminaire yang kami anggap merugikan seperti : a. Tidak boleh mengganti foto yang sudah dibuat layoutnya. Saat edit layout, misalnya ada foto yang kami ingin ganti, tidak diperbolehkan. Dengan alasan Luminaire sudah melakukan tursiran terhadap foto2 tersebut. Kesan yang kami dapatkan adalah Luminaire tidak mau repot. b. Foto kanvas harus diambil dari album. Ada kemungkinan Customer tidak mau memasukkan foto kanvas ke album. c. Pengeditan layout hanya boleh dilakukan 1 kali saja. Padahal bisa saja setelah diedit, Customer masih merasakan kurang puas dengan hasilnya sehingga masih menginginkan proses edit lebih lanjut. Tetapi hal tersebut tidak diperbolehkan. 6. Pencatatan yang berantakan. Luminaire tidak memfile data2 Customer dengan baik. Contoh kasus : a. Kakak ipar saya waktu itu belum mengambil foto kanvas, saat menagih, Luminaire bersikeras sudah jadi & sudah diambil, sehingga terjadi perdebatan yang tidak perlu. Padahal tidak ada bukti serah terimanya. Akhirnya setelah berdebat dengan sangat, baru diketahui, ternyata memang belum tercetak kanvasnya. Hal ini bisa terjadi disebabkan karena catatan yang tercecer. b. Pengalaman kami saat edit foto prewedd, kami melihat marketing sudah mencatat di buku, tapi entah bagaimana, catatan tersebut bisa tidak ditemukan, apalagi kalau Marketing yang lama sudah resign. Sehingga kami harus mengulang kembali apa yang kami sampaikan saat pengeditan foto. Dan itu terjadi bukan hanya 1 kali saja, tetapi berkali-kali. 7. Koordinasi komunikasi yang buruk. Luminaire melakukan perubahan foto pada halaman tanpa adanya konfirmasi ke kami dan album prewedd sudah tercetak. Padahal halaman tersebut tidak ada permintaan revisi dari kami tapi ternyata setelah kami lihat hasilnya berubah, tidak sesuai dengan yang kami inginkan. Sehingga kami complain & meminta untuk dilakukan cetak ulang. 8. Inkonsistensi mutu. Video liputan Kakak ipar saya, terus terang bagus. Meskipun memakan waktu penyelesaian selama 8 bulan (sejak hari pernikahan). Kami mengharapkan video kami juga minimal akan sebagus itu. Tapi pada kenyataannya, setelah kami menerimanya setelah 6 bulan (sejak hari pernikahan) & menontonnya. Kami sangat terkejut & sangat kecewa dengan hasil video tersebut. Dan ternyata kami mengetahui bahwa dalam pengerjaan video Kakak ipar saya, Luminaire menggunakan Vendor lain, sehingga hasilnya bagus. Sebenarnya menggunakan Vendor lain tidak menjadi masalah, yang penting hasilnya memuaskan. Sedangkan pengerjaan video kami, Luminaire yang mengerjakan sendiri. Menurut kami pernikahan merupakan moment sekali seumur hidup. Dan Luminaire tidak bisa memberikan hasil liputan video yang bagus untuk kenang-kenangan kami. Mereka memberi kesan main-main dalam mengurus pernikahan. Akhirnya kami melakukan refund untuk video setelah melalui perdebatan yang tidak mengenakkan di mana Luminaire merasa benar dan menyalahkan kami karena kami meminta refund. 9. Ketidakramahan. Saat kami complain ke Luminaire, yang terjadi adalah malahan kami dimarahi oleh mereka. Jadi seperti kami yang salah karena complain, bukan sebaliknya. Dan kami menerima perkataan yang tidak pantas, yang tidak dapat kami sebutkan di sini. Apalagi hal tersebut tidak hanya kami terima dari Marketing, tapi juga dari Owner (Hendra). Yang kami harapkan dari complain yang kami sampaikan adalah solusi, bukan hal-hal yang tidak pantas tersebut. 10. Sulitnya menetapkan jadwal. Kami mengalami kesulitan dalam bertemu dengan Luminaire, kami dipaksa untuk mengikuti jadwal Luminaire. Padahal kami, dan saya percaya banyak calon pengantin yang lain juga demikian, lebih banyak waktu untuk mengurus persiapan pernikahan pada hari Sabtu dan Minggu. Sedangkan untuk bertemu di hari Senin-Jumat, Luminaire tidak mau di atas jam 18 dengan alasan sudah lewat jam kantor. Kami jadi bingung, siapa yang sebenarnya menjadi Customer. 11. Koordinasi kerja yang buruk. Pengalaman kami di Bridal, saat mengedit foto, kami langsung dihadapkan dengan bagian Design, yang lebih mengerti mengenai design & edit foto. Di Luminaire, kami dihadapkan dengan Marketing, sebenarnya hal ini tidak jadi masalah, asalkan apa yang kami sampaikan dapat diinformasikan tanpa ada yang terlewat ke bagian Desgin dan hasil editannya sesuai dengan yang kami inginkan. Tetapi yang terjadi adalah setelah kami lihat kembali hasil pengeditannya, tetap saja ada yang kurang, padahal Marketing sudah mencatatnya. Jadi kami terpaksa harus menginfokan kembali apa saja yang harus diedit. Dan hal ini terjadi berkali-kali. Hal2 tersebut di atas tidak kami alami dengan Vendor2 lain yang kami pakai. Menurut kami, Vendor seharusnya memberikan service yang terbaik untuk Customernya, apalagi berhubungan dengan hari bahagia Customer yang notabene sekali seumur hidup. Dan memperlakukan Customer dengan sopan. Karena bagaimanapun juga, “Mutu adalah kepuasan Customer”, jika tidak bisa memuaskan Customer, maka Vendor tersebut tidak bermutu. Demikian kami sampaikan, kiranya hal-hal di atas dapat menjadi pertimbangan untuk memilih Vendor-Vendor yang lain. Karena pernikahan hanya sekali seumur hidup, dan kami percaya pernikahan merupakan moment yang sangat penting & berharga bagi setiap calon pengantin. Marilah kita mencari Vendor yang qualified, sehingga dapat memberikan hasil & service yang terbaik serta memperlakukan Customer dengan sopan. Terima kasih.
|
|
|
Kecewa dengan By Ants, Tebet
Jun 25, 2010 17:9:33 by Martha Diannovita
Hai... sy mau share sedikit pengalaman menggunakan vendor By Ants, salah satu percetakan undangan yang cukup tersohor namanya di Tebet.
Setelah cari kesana kemari dan berdasarkan rekomendasi teman, akhirnya saya memilih By Ants sebagai vendor untuk mencetak undangan sy. Pada waktu itu, kami memang enggak mau repot. Pilih vendor yang sudah ketauan bagusnya (menurut orang-orang). Pada saat itu kami juga tidak masalah dengan harga mereka yang di atas rata-rata. Sayangnya kami terlalu percaya.
Kami memesan undangan di By Ants di awal tahun, sebanyak 800 undangan, dengan dua versi; 600 undangan gedung dan 200 undangan gereja, dengan jenis undangan yang sama. Jadi, hanya dibedakan di cetakan saja.
Sebagai tambahan, kami mendapat undangan sisipan sebanyak tiga jenis. Kami tau, dengan nama yang begitu tersohor, By Ants tentu kebanjiran order. Makanya kami ikuti segala proses yang mereka tetapkan; seperti approval warna yang sampai 2 minggu lebih setelah pemesanan, waktu jadi yang sampe sebulan, dll. Itu semua kami taati. Mereka minta depe yang besar pun, juga kami bayar pada waktunya.
Lucunya, pada saat undangan harus jadi, eh undangan belum jadi juga. Janji keesokan hari, tidak jadi juga. Sampai-sampai kami harus mengambil undangan di malam hari, di tepi jalan karena percetakan dalam Tebet sudah tutup. Itupun kami maklumi saja. Sesampai di rumah, saya langsung kecewa karena amplop undangan tidak sesuai pesanan. Sy pesan bentuk kotak, mereka beri undangan yang ngepas sekali sampai mau menarik undangannya keluar saja tidak bisa.
Padahal saya akan menaruh beberapa sisipan di dalam undangan tersebut. Saat dikomplain oleh ibu saya, pihak By Ants bilang begitu lebih bagus jadi sisipan tidak lari-lari. Mereka juga memberikan alasan; kalau cetak lagi lama bu, karena kami sedang banyak order. Okelah, saat itu akhirnya kami biarkan. Biarpun kalau diingat2 kami menyesal juga knp tidak ditindaklanjuti saat itu.
Bukan hanya itu, pada saat kami mulai menempel label alamat di undangan, ketahuan kalau banyak undangan kami yang berantakan, robek di bagian ujung, dan kotor. Kami sadar juga mungkin itu karena faktor kertas atau warna yang kami pilih yaitu beige. Akhirnya kami tidak komplain itu. Tapi, kualitas kontrol By Ants dengan harga yang di atas rata-rata untuk kelas Tebet, ternyata juga perlu dipertanyakan.
Pengalaman paling buruk yang kami rasakan terjadi di detik-detik terakhir menjelang pernikahan. Kurang lebih tiga hari sebelum hari H, kami menerima telpon dari kerabat yang mengatakan bahwa undangannya salah. Beliau yang seorang haji, mendapat undangan gereja. Itu sangat mungkin terjadi karena kami membuat dua versi undangan, yang hanya dibedakan di cetakan tulisannya saja. Setelah kerabat2 tadi, sekurangnya ada 10 telepon lagi. Dan undangan kami yang tersisa juga demikian, tulisan dalam amplop undangan gedung, dalamnya undangan gereja. Sungguh, kejadian itu membuat kami shock, dan harus menelpon para kerabat yang dekat satu persatu, tepat menjelang hari H.
Kesalahan ini mungkin memang tidak murni dari By Ants saja. Kami jg bs disalahkan karena tidak melakukan cross check undangan. Tapi jujur saja, waktu itu kami juga malas-malasan mengeluarkan undangan dari amplop, meski ada juga bbrp undangan yang saya buka. Saking sempitnya hrs hati2 sekali agar amplopnya tidak robek. Padahal, undangan kami ngepas karena By Ants tidak memberikan lebihan sama sekali. Melakukan itu sebanyak 800 undangan tentu juga sangat merepotkan. Bisa dibayangkan, entah berapa byk undangan yang mungkin tertukar.
Sy tidak tau mengapa vendor besar seperti By Ants bisa kurang dalam hal kontrol seperti ini. Saya sudah mencoba menghubungi By Ants mengenai hal ini, dan meminta itikad baik dari mereka. Bahkan ibu saya juga sudah mengirimkan surat pribadi kepada mereka. Sy sudah berbicara langsung via telepon dengan pemiliknya yaitu Ibu Emi yang hanya mengatakan maaf. Selanjutnya tidak ada lagi itikad baik dari mereka, bahkan tidak sepucuk surat pernyataan maaf. Sy cukup sakit hati juga saat sy meminta itikad baik berupa pengembalian sebagian uang, beliau mengatakan; apa undangan yang sy buat bisa dikembalikan? Enggak kan? dengan nada yang tidak enak didengar. (Memang bagaimana ya mengembalikan undangan yang sudah terlanjur kami kirimkan?)
Ini hanya sekedar share pengalaman saja, tanpa bermaksud menyudutkan By Ants. Toh, pernikahan kami sudah lewat dengan sukses, meski ada kerikil2 spt ini menjelang hari H. Kami juga sadar ada kesalahan tidak double check. Tapi sejujurnya kami sangat kecewa, karena harga yang dibayarkan tidak sesuai dengan yang didapatkan. Ini tentu menjadi pelajaran yang tidak terlupakan yang juga ingin kami share... Dimanapun mencetak undangan, double check sangat perlu. Dan, pilihlah vendor yang Anda yakini, tidak hanya dari reputasinya. Nama besar kadang tidak bisa jadi jaminan.
Salam, Novi
|
|
|
Kecewa berat dengan Dennys WO
Nov 27, 2009 9:34:22 by Annalia Setiawan
Weddingku dilaksanakan tanggal 21 november 2009 di JW Marriott. Jujur saja gw sangat kecewa dengan Dennys WO. Tidak professional dan tidak bertanggung jawab. Org tua saya dan mertua berpuluh puluh kali bilang bahwa kita ditipu Dennys WO, ini semua penipuan... Berawal dari janji manis owner yang bernama Denny, kami mempercayakan wedding kami pada Dennys WO karna janji manis Denny sebagai owner, dan salah satu sepupu kami yang melangsungkan perkawinan kira2 5 bulan yang lalu menggunakan WO yang sama dan hasilnya rapi dan professional...
Ditipu janji manis Denny yaitu: 1. saya berencana ingin tampil dengan suami, yaitu main piano dan nyanyi, karna saya ingin semuanya rapi sehingga saya bertanya pada setiap WO sebelum saya memilih, pertanyaannya apakah bisa latihan sebelum hari H. Denny bilang bisa, tetapi pada akhirnya kami tidak latihan sama sekali, bahkan sampai hari H pesta dimulai setengah 7, jam setengah 6 grand piano dan musical instrument lainnya belum datang. Dijanjikan para pemusik dan musical instrument akan datang JAM 4 SORE... penipuan pertama.
2. sebelum saya deal dengan Dennys WO saya memastikan bahwa org yg deal dengan saya (pada saat ini adlh Denny sendiri) akan hadir di pernikahan saya, meskipun Denny tdk menjadi MC karna kami telah memilih MC sendiri, yaitu Melissa Karim, yang merupakan saudara sepupu kami. Karena acara yang kami kehendaki begitu rumit, maka kami memastikan berulang kali bahwa Denny akan hadir dan ikut serta dalam rangkaian hari H. Tiga minggu sebelum hari H, yaitu saat technical meeting, Denny bilang bahwa dia TIDAK BISA HADIR pada hari H, krn Denny mengambil Job MC di intercontinental. Saya sampai menangis pada hari tersebut karena ke tidak professional yang ditunjukkan Denny. Bahkan pada saat technical meeting ini, Denny masih belum memilih siapa yang akan jadi penggantinya di pernikahan kami. penipuan kedua.
3. saya panik dan suami saya terus menerus menanyakan siapakah PIC org kepercayaan Denny yang dapat hadir dan mengatur pesta kami. Sampai akhirnya tepatnya tgl 18 nov kami bertemu dengan org dari Dennys WO yang in charge u/ pernikahan kami. terlalu pasrah, saya mempercayakan segala sesuatunya kepada anak buah Denny ini. Pada hari H ternyata semuanya berjalan setengah kacau, setengah baik. Setengah baik karena saudara - saudara saya (YANG HARUSNYA BEBAS TUGAS DAN MENIKMATI ACARA) ikut campur tangan dalam mengatur jalannya acara. Anak buah Denny tidak professional (tidak pengalaman tidak masalah, tapi masalahnya anak buah Denny ini, TIDAK PERNAH IKUT SERTA DALAM RAPAT - RAPAT KAMI BERSAMA DENNY!!!) Hasil dari kurangnya briefing kepada anak buah, souvenir saya yang taedinya ada dua macam (gereja dan resepsi) jadi berantakan. Souvenir gereja dibagikan juga saat resepsi (receptionist saya bertanya terlebih dahulu kepada WO) sehingga ada dua macam souvenir, yang mengakibatkan banyak tamu meminta dua macam souvenir tersebut. Akhirnya souvenir kacau balau. ketidak professionalan yg ketiga.
4. saya tidak tahu apakah ini penipuan atau tidak, karna menurut saya ini penipuan. Denny menjanjikan grand piano, yang datang memang grand piano tapi rangka nya saja, isinya tetap keyboard (clavinova) yang ditutup rangka grand piano. penipuan keempat.
5. memang tidak tertulis di kontrak, tetapi dijanjikan bahwa team Denny WO bersedia mengikuti saya sebagai bride u/membantu merapikan rambut saya yang penuh dengan hair pin pada malam setelah resepsi. Kenyataannya semuanya pulang. saya kembali tertipu dengan janji manis sebelum kami deal dengan Denny WO.
Dari sekian banyak penipuan ini, saya menyarankan anda yang ingin memilih WO agar memastikan hal - hal diatas tercantum dan tertulis di kontrak perjanjian. Hal sepele tapi berdampak besar. Saya sangat bersyukur pada Tuhan meskipun dengan ketidak professional yg ditunjukkan Dennys WO, Tuhan masih memberikan saya Felix Production, yaitu dancers kami untuk meramaikan suasana. Felix production bukan hanya dancer tapi juga WO. Sayang sekali saya mengenal Felix 2 hari setelah technical meeting sehingga saya masih menggunakan Dennys sebagai WO dan Felix sebagai dancers... Tidak hanya sebagai dancers, Felix membantu banyak hal (YANG SEHARUSNYA DIKERJAKAN WO) pada hari H. ada 3 lagu entrance resepsi, tetapi terpisah CDnya sehingga penggantian CD satu ke yang lainnya butuh waktu 20 detik, dimana itu sangat jelek sekali. Felix sengaja membawa laptop dengan niat membantu kami, lalu memainkan 3 lagu itu di laptopnya yang disambungkan ke mixer sehingga tidak ada jeda panjang yang memalukan. Felix menyelamatkan resepsi kami, dan semua tamu terkesan pada dancer Felix.
SAYA TIDAK BUTUH ORG YANG AHLI DENGAN PENGALAMAN SEGUDANG... SAYA HANYA BUTUH ORANG YANG PERHATIAN (CARE) TENTANG EVENT WEDDING SAYA...
Saya sangat kecewa pada Dennys WO, sebaliknya saya sangat berterima kasih pada Felix Production yang meskipun bukan sebagai WO tapi membantu hal - hal yang seharusnya bukan tanggung jawabnya. Berdasarkan info, saya baru saja mengetahui bahwa jam terbang Felix jauh dibanding Dennys.
Jadi teman - teman, hati - hati dalam memilih WO, pastikan semua hal terkecil apapun tercatat di kontrak. Buat apa pake WO kalo cuma bisa menyumbangkan rekanan tetapi hasilnya saudara dekat kita masih harus repot pada hari H karena kelalaian dan ketidak professionalan WO kita. Sungguh buang uang yang percuma.Jika saja semuanya ini saya ketahui sejak awal saya tidak akan memilih Dennys WO, setidaknya hal ini saya ketahui dari awal, sehingga saya tidak kecewa seperti sekarang, dan merasa ditipu…
|
|
|
JOY WO, be carefull!!!
Feb 11, 2009 11:52:59 by Mick
Dear all, Ini pengalaman saudara saya memakai WO bernama JOY Organizer, dengan contact person: Dwiyani Djono, 0818489589. Dia kecewa berat dengan cara kerja mereka dan tidak tahu harus sharing dengan siapa. Yang dia kecewa adalah: 1. Tidak ada alamat yang jelas dari WO tersebut, mereka cuma memberikan kartu nama TANPA alamat kantor atau tempat WO tersebut berada. Jadi kalau mau ngajak ketemuan selalu di mall atau cafe. Dan kita yang bayar lho billnya... 2. Fee yang mereka minta sangat mahal menurut ukuran Jakarta, sekitar 11-12 juta. 3. Cara mereka juga tidak profesional, mereka jarang mengkonfirmasikan acara dengan calon pengantin, mereka malah lebih suka kontak dengan orang tua pengantin, seharusnya calon pengantin juga diajak ngomong dong..., juga tidak mau menerima pendapat dari calon pengantin dan terasa tidak menghargai pendapat orang lain, semaunya sendiri. 4. Calon pengantin pernah ribut dengan WO tersebut sebelum hari H, WO tersebut terkesan menganggap calon pengantin sebagai orang bodoh dan tidak tahu apa-apa. Seharusnya semua masalah bisa diselesaikan dengan baik baik. Eh ini malah pakai nantang segala kalau mereka tidak mau bertanggung jawab apabila tidak menuruti kehendak mereka. 5. Mereka membuat konsep acara pernikahan tidak jelas, 6. Mereka terkesan cari untung saja, juga terkesan memaksakan kehendak dengan hanya merekomendasikan vendor2x kenalan mereka dengan ortu calon pengantin tanpa melakukan konfirmasi dengan calon pengantin dan tidak memberikan alternatif lain. Kalau kita punya vendor lain mereka langsung dengan sok tahu bilang kalau vendor tersebut jelek lah, tidak bagus lah, kuno lah. Saya merasakan kalau mereka hanya cari untung saja tanpa mempertimbangkan masukan dari pihak lain. 7. Waktu hari H, CD yang seharusnya diputar pada acara pernikahan macet dan tidak bisa diputar, dan mereka tidak punya solusinya untuk memecahkan masalah tersebut. Untung salah satu saudara kami membawa ipod dan akhirnya bisa diputar. Tetapi yang membuat saya upset adalah mereka terkesan tidak peduli dan tidak ada permintaan maaf. 8. Jumlah personil WO tersebut pada waktu hari H CUMA 6 orang saja, padahal dengan jumlah fee sebesar itu seharusnya lebih dari 6 orang dong... jadinya kalau ada masalah mereka terkesan kalang kabut. Dan jumlah tersebut tidak sepadan dengan besarnya tanggung jawab yang dipikul. Pokoknya jangan pernah pakai mereka, kalau anda tidak mau kecewa nantinya
|
|
|
|



 |
| |