home » discussion » suara anda
PILIH KOTA
UMUM
JAKARTA+
BANDUNG+
SURABAYA+
BALI+
SEMARANG+

Suara Anggota

Salurkan keluhan Anda! Mari bersama mencari solusi yang konstruktif. Weddingku.com bersedia menjadi jembatan penghubung.

Kami dari Weddingku.com sangat mengerti bahwa Anda mungkin mengalami pengalaman yang kurang enak dengan pelayanan dari vendor tertentu. Kami juga mengerti Anda ingin berbagi ataupun menyampaikan keluhan. Untuk itu kami sediakan layanan ini.

Kami akan berusaha menjadi jembatan penghubung yang baik dalam mendapatkan solusi penyelesaian yang konstruktif antara pengguna dan penyedia layanan wedding. Posting Anda tidak akan langsung tampil, namun kami klarifikasikan dulu baru kemudian ditampilkan.

Silakan pastikan Anda sudah login dulu sebelum mengisikan formulir keluhan Anda.

 

 KIRIM SUARA ANDA!

Damai Indah Golf – Not Recommended

Aug 27, 2010 14:31:21 by Nomrey
Saya dan pasangan rencana mo married taon 2011 tepatnya di tanggal 23 Januari. Rencana si uda dari bulan Desember 2009, dan akhirnya (puji Tuhan) tunangan di bulan Januari 2010. Nah, dari awal tahun kita uda mulai cari-cari tempat venue dulu, krn itu yang paling penting. Kita muter-muter, cari info di internet, tentang venue wedding semi-outdoor (karena tema pesta kita juga small-private and intimate wedding party) jadi, kita cari tempat yang emang aga unik, dan terus terang, ga gampang cari tempat kyk gtu, yang pas ama selera kita dan orang tua.

Dari beberapa tempat yang kita datengin, Damai Indah Golf ini lah yang dirasa pas untuk kita berdua wedding. Dari segi harga, viewnya, makanan (walau belum cba test food, tp shrusnya si enak), kapasitas juga pas dengan yang kita mau.

Dari beberapa kali ketemuan, pertama kita ketemu dengan yang namanya, Pak Sarwo. Setelah dijelaskan beberapa kali, dan juga keliling lokasi, akhirnya kita setuju untuk ketemuan final bersama dengan orang tua kita dan pihak DIG (Damai Indah Golf). Orang tua kita setuju, dan akhirnya kami membayar DP sebesar Rp. 5.000.000.

Masalah muncul 2 minggu kemudian, saya dihubungi oleh pihak DIG, yang mengatakan kalau kita tidak bisa mengadakan pesta pernikahan pada tanggal 23 januari itu, sesuai kesepakatan yang dicatat pada saat kita DP, karena ternyata pada saat yang bersamaan, sudah ada pasangan pengantin yang sudah booking pada tanggal tersebut, dan juga sudah membayar DP yang sama (mereka booking pada bulan Desember). Dan hebatnya, di database DIG, kita tanya berkali-kali sebelum DP, apa sudah ada yang booking, dan dijawab masih kosong, belum ada yang booking (kita booking sekitar bulan Januari akhir). Ini pure kesalahan dari internal DIG, mereka pun mengakui kesalahan mereka.

Solusi dari mereka, kita bisa melakukan pernikahan di DIG BSD (kita tidak mau, karena terlalu jauh), atau memindahkan tanggal pernikahan. Kami tidak bisa ambil option dua duanya, karena tanggal pernikahan sudah tidak bisa diganti lagi. Keluarga kami percaya dengan shio, tanggal baik, dsb. Dan tanggal 23 Januari 2011 itu adalah tanggal terbaik untuk melakukan pernikahan untuk kami.

Maka kami memutuskan untuk tidak jadi memakai DIG, dan meminta kompensasi atas kesalahan mereka. Kenapa kami meminta kompensasi? Karena, pertama, ini adalah kesalahan dari mereka, dan karena kesalahan itu, kami jadi membuang-buang waktu (dari proses pertama DP, sampai info ada pasangan lain sampai akhirnya keputusan tidak jadi pakai DIG memakan waktu kira2 1.5 bulan), dan akhirnya kami harus mencari-cari tempat lagi yang sesuai (akhirnya kami DP di salah satu Hotel di Jakarta)
Yang kedua, di peraturan mereka, kalau dari pihak kami yang memutuskan untuk membatalkan memakai DIG, maka uang DP tidak ada yang kembali, tapi dalam kasus ini, kata GM DIG (ibu Indah) mereka akan usahakan agar uang DP kami bisa kembali (bukan diusahakan, tapi emang harus kembali, orang kesalahan dr DIG, bukan dari kami)

Kira2 di bulan Juni 2010, kami di telpon kembali oleh salah satu perwakilan DIG dan mengatakan bahwa kami dapat mengadakan resepsi pernikahan di tgl 23 Januari 2011 di DIG di karenakan pengantinnya yang satu lagi pindah tanggal lagi ( awalnya mau merit di Feb 2011 lalu pindah ke 23 jan 2011 skrg pindah tanggal lagi). Jelas saya menolak tawaran mereka karena saya sudah DP di tempat lain, sangat Riskan sekali kalau harus menunggu sekian lama dari pihak DIG dimana tidak ada kejelasannya sama sekali dan saya sangat merasa di permainkan, tdk di hargai oleh pihak DIG.

Dari pihak GM DIG ( Bu Indah) pun tdk ada kabarnya, sampai2 harus saya yang terus2 telepon dan sms dia berkali- kali.

Kira2 di bulan Juli 2010 saya sms bu Indah untuk yang kesekian kalinya menanyakan apakah DP dan kompensasi kami bisa kami terima? bu Indah menjawah DP bisa di kembalikan tetapi kompensasi dlm bentuk apa pun tidak akan di berikan kepada kami karna pihak management tidak mau bertanggung jawab akan hal ini.

Sekali lagi saya merasa di permainkan dan tdk dihargai oleh pihak DIG. Seenak2nya saja memperlakukan customer seperti itu. Semudah itu melepaskan tanggung jawab mereka.

Kecewa dengan By Ants, Tebet

Jun 25, 2010 17:9:33 by Martha Diannovita
Hai... sy mau share sedikit pengalaman menggunakan vendor By Ants, salah satu percetakan undangan yang cukup tersohor namanya di Tebet.

Setelah cari kesana kemari dan berdasarkan rekomendasi teman, akhirnya saya memilih By Ants sebagai vendor untuk mencetak undangan sy. Pada waktu itu, kami memang enggak mau repot. Pilih vendor yang sudah ketauan bagusnya (menurut orang-orang). Pada saat itu kami juga tidak masalah dengan harga mereka yang di atas rata-rata. Sayangnya kami terlalu percaya.

Kami memesan undangan di By Ants di awal tahun, sebanyak 800 undangan, dengan dua versi; 600 undangan gedung dan 200 undangan gereja, dengan jenis undangan yang sama. Jadi, hanya dibedakan di cetakan saja.

Sebagai tambahan, kami mendapat undangan sisipan sebanyak tiga jenis. Kami tau, dengan nama yang begitu tersohor, By Ants tentu kebanjiran order. Makanya kami ikuti segala proses yang mereka tetapkan; seperti approval warna yang sampai 2 minggu lebih setelah pemesanan, waktu jadi yang sampe sebulan, dll. Itu semua kami taati. Mereka minta depe yang besar pun, juga kami bayar pada waktunya.

Lucunya, pada saat undangan harus jadi, eh undangan belum jadi juga. Janji keesokan hari, tidak jadi juga. Sampai-sampai kami harus mengambil undangan di malam hari, di tepi jalan karena percetakan dalam Tebet sudah tutup. Itupun kami maklumi saja.
Sesampai di rumah, saya langsung kecewa karena amplop undangan tidak sesuai pesanan. Sy pesan bentuk kotak, mereka beri undangan yang ngepas sekali sampai mau menarik undangannya keluar saja tidak bisa.

Padahal saya akan menaruh beberapa sisipan di dalam undangan tersebut. Saat dikomplain oleh ibu saya, pihak By Ants bilang begitu lebih bagus jadi sisipan tidak lari-lari. Mereka juga memberikan alasan; kalau cetak lagi lama bu, karena kami sedang banyak order. Okelah, saat itu akhirnya kami biarkan. Biarpun kalau diingat2 kami menyesal juga knp tidak ditindaklanjuti saat itu.

Bukan hanya itu, pada saat kami mulai menempel label alamat di undangan, ketahuan kalau banyak undangan kami yang berantakan, robek di bagian ujung, dan kotor. Kami sadar juga mungkin itu karena faktor kertas atau warna yang kami pilih yaitu beige. Akhirnya kami tidak komplain itu. Tapi, kualitas kontrol By Ants dengan harga yang di atas rata-rata untuk kelas Tebet, ternyata juga perlu dipertanyakan.

Pengalaman paling buruk yang kami rasakan terjadi di detik-detik terakhir menjelang pernikahan. Kurang lebih tiga hari sebelum hari H, kami menerima telpon dari kerabat yang mengatakan bahwa undangannya salah. Beliau yang seorang haji, mendapat undangan gereja. Itu sangat mungkin terjadi karena kami membuat dua versi undangan, yang hanya dibedakan di cetakan tulisannya saja. Setelah kerabat2 tadi, sekurangnya ada 10 telepon lagi. Dan undangan kami yang tersisa juga demikian, tulisan dalam amplop undangan gedung, dalamnya undangan gereja. Sungguh, kejadian itu membuat kami shock, dan harus menelpon para kerabat yang dekat satu persatu, tepat menjelang hari H.

Kesalahan ini mungkin memang tidak murni dari By Ants saja. Kami jg bs disalahkan karena tidak melakukan cross check undangan. Tapi jujur saja, waktu itu kami juga malas-malasan mengeluarkan undangan dari amplop, meski ada juga bbrp undangan yang saya buka. Saking sempitnya hrs hati2 sekali agar amplopnya tidak robek. Padahal, undangan kami ngepas karena By Ants tidak memberikan lebihan sama sekali. Melakukan itu sebanyak 800 undangan tentu juga sangat merepotkan. Bisa dibayangkan, entah berapa byk undangan yang mungkin tertukar.

Sy tidak tau mengapa vendor besar seperti By Ants bisa kurang dalam hal kontrol seperti ini. Saya sudah mencoba menghubungi By Ants mengenai hal ini, dan meminta itikad baik dari mereka. Bahkan ibu saya juga sudah mengirimkan surat pribadi kepada mereka. Sy sudah berbicara langsung via telepon dengan pemiliknya yaitu Ibu Emi yang hanya mengatakan maaf. Selanjutnya tidak ada lagi itikad baik dari mereka, bahkan tidak sepucuk surat pernyataan maaf. Sy cukup sakit hati juga saat sy meminta itikad baik berupa pengembalian sebagian uang, beliau mengatakan; apa undangan yang sy buat bisa dikembalikan? Enggak kan? dengan nada yang tidak enak didengar. (Memang bagaimana ya mengembalikan undangan yang sudah terlanjur kami kirimkan?)

Ini hanya sekedar share pengalaman saja, tanpa bermaksud menyudutkan By Ants. Toh, pernikahan kami sudah lewat dengan sukses, meski ada kerikil2 spt ini menjelang hari H. Kami juga sadar ada kesalahan tidak double check. Tapi sejujurnya kami sangat kecewa, karena harga yang dibayarkan tidak sesuai dengan yang didapatkan. Ini tentu menjadi pelajaran yang tidak terlupakan yang juga ingin kami share... Dimanapun mencetak undangan, double check sangat perlu. Dan, pilihlah vendor yang Anda yakini, tidak hanya dari reputasinya. Nama besar kadang tidak bisa jadi jaminan.

Salam,
Novi




Kecewa berat dengan Dennys WO

Nov 27, 2009 9:34:22 by Annalia Setiawan
Weddingku dilaksanakan tanggal 21 november 2009 di JW Marriott. Jujur saja gw sangat kecewa dengan Dennys WO. Tidak professional dan tidak bertanggung jawab. Org tua saya dan mertua berpuluh puluh kali bilang bahwa kita ditipu Dennys WO, ini semua penipuan... Berawal dari janji manis owner yang bernama Denny, kami mempercayakan wedding kami pada Dennys WO karna janji manis Denny sebagai owner, dan salah satu sepupu kami yang melangsungkan perkawinan kira2 5 bulan yang lalu menggunakan WO yang sama dan hasilnya rapi dan professional...

Ditipu janji manis Denny yaitu:
1. saya berencana ingin tampil dengan suami, yaitu main piano dan nyanyi, karna saya ingin semuanya rapi sehingga saya bertanya pada setiap WO sebelum saya memilih, pertanyaannya apakah bisa latihan sebelum hari H. Denny bilang bisa, tetapi pada akhirnya kami tidak latihan sama sekali, bahkan sampai hari H pesta dimulai setengah 7, jam setengah 6 grand piano dan musical instrument lainnya belum datang. Dijanjikan para pemusik dan musical instrument akan datang JAM 4 SORE... penipuan pertama.

2. sebelum saya deal dengan Dennys WO saya memastikan bahwa org yg deal dengan saya (pada saat ini adlh Denny sendiri) akan hadir di pernikahan saya, meskipun Denny tdk menjadi MC karna kami telah memilih MC sendiri, yaitu Melissa Karim, yang merupakan saudara sepupu kami. Karena acara yang kami kehendaki begitu rumit, maka kami memastikan berulang kali bahwa Denny akan hadir dan ikut serta dalam rangkaian hari H. Tiga minggu sebelum hari H, yaitu saat technical meeting, Denny bilang bahwa dia TIDAK BISA HADIR pada hari H, krn Denny mengambil Job MC di intercontinental. Saya sampai menangis pada hari tersebut karena ke tidak professional yang ditunjukkan Denny. Bahkan pada saat technical meeting ini, Denny masih belum memilih siapa yang akan jadi penggantinya di pernikahan kami. penipuan kedua.

3. saya panik dan suami saya terus menerus menanyakan siapakah PIC org kepercayaan Denny yang dapat hadir dan mengatur pesta kami. Sampai akhirnya tepatnya tgl 18 nov kami bertemu dengan org dari Dennys WO yang in charge u/ pernikahan kami. terlalu pasrah, saya mempercayakan segala sesuatunya kepada anak buah Denny ini. Pada hari H ternyata semuanya berjalan setengah kacau, setengah baik. Setengah baik karena saudara - saudara saya (YANG HARUSNYA BEBAS TUGAS DAN MENIKMATI ACARA) ikut campur tangan dalam mengatur jalannya acara. Anak buah Denny tidak professional (tidak pengalaman tidak masalah, tapi masalahnya anak buah Denny ini, TIDAK PERNAH IKUT SERTA DALAM RAPAT - RAPAT KAMI BERSAMA DENNY!!!) Hasil dari kurangnya briefing kepada anak buah, souvenir saya yang taedinya ada dua macam (gereja dan resepsi) jadi berantakan.
Souvenir gereja dibagikan juga saat resepsi (receptionist saya bertanya terlebih dahulu kepada WO) sehingga ada dua macam souvenir, yang mengakibatkan banyak tamu meminta dua macam souvenir tersebut. Akhirnya souvenir kacau balau. ketidak professionalan yg ketiga.

4. saya tidak tahu apakah ini penipuan atau tidak, karna menurut saya ini penipuan. Denny menjanjikan grand piano, yang datang memang grand piano tapi rangka nya saja, isinya tetap keyboard (clavinova) yang ditutup rangka grand piano. penipuan keempat.

5. memang tidak tertulis di kontrak, tetapi dijanjikan bahwa team Denny WO bersedia mengikuti saya sebagai bride u/membantu merapikan rambut saya yang penuh dengan hair pin pada malam setelah resepsi. Kenyataannya semuanya pulang. saya kembali tertipu dengan janji manis sebelum kami deal dengan Denny WO.

Dari sekian banyak penipuan ini, saya menyarankan anda yang ingin memilih WO agar memastikan hal - hal diatas tercantum dan tertulis di kontrak perjanjian. Hal sepele tapi berdampak besar. Saya sangat bersyukur pada Tuhan meskipun dengan ketidak professional yg ditunjukkan Dennys WO, Tuhan masih memberikan saya Felix Production, yaitu dancers kami untuk meramaikan suasana. Felix production bukan hanya dancer tapi juga WO. Sayang sekali saya mengenal Felix 2 hari setelah technical meeting sehingga saya masih menggunakan Dennys sebagai WO dan Felix sebagai dancers... Tidak hanya sebagai dancers, Felix membantu banyak hal (YANG SEHARUSNYA DIKERJAKAN WO) pada hari H. ada 3 lagu entrance resepsi, tetapi terpisah CDnya sehingga penggantian CD satu ke yang lainnya butuh waktu 20 detik, dimana itu sangat jelek sekali. Felix sengaja membawa laptop dengan niat membantu kami, lalu memainkan 3 lagu itu di laptopnya yang disambungkan ke mixer sehingga tidak ada jeda panjang yang memalukan. Felix menyelamatkan resepsi kami, dan semua tamu terkesan pada dancer Felix.

SAYA TIDAK BUTUH ORG YANG AHLI DENGAN PENGALAMAN SEGUDANG... SAYA HANYA BUTUH ORANG YANG PERHATIAN (CARE) TENTANG EVENT WEDDING SAYA...

Saya sangat kecewa pada Dennys WO, sebaliknya saya sangat berterima kasih pada Felix Production yang meskipun bukan sebagai WO tapi membantu hal - hal yang seharusnya bukan tanggung jawabnya. Berdasarkan info, saya baru saja mengetahui bahwa jam terbang Felix jauh dibanding Dennys.

Jadi teman - teman, hati - hati dalam memilih WO, pastikan semua hal terkecil apapun tercatat di kontrak. Buat apa pake WO kalo cuma bisa menyumbangkan rekanan tetapi hasilnya saudara dekat kita masih harus repot pada hari H karena kelalaian dan ketidak professionalan WO kita. Sungguh buang uang yang percuma.Jika saja semuanya ini saya ketahui sejak awal saya tidak akan memilih Dennys WO, setidaknya hal ini saya ketahui dari awal, sehingga saya tidak kecewa seperti sekarang, dan merasa ditipu…

JOY WO, be carefull!!!

Feb 11, 2009 11:52:59 by Mick
Dear all,
Ini pengalaman saudara saya memakai WO bernama JOY Organizer, dengan contact person: Dwiyani Djono, 0818489589. Dia kecewa berat dengan cara kerja mereka dan tidak tahu harus sharing dengan siapa.
Yang dia kecewa adalah:
1. Tidak ada alamat yang jelas dari WO tersebut, mereka cuma memberikan kartu nama TANPA alamat kantor atau tempat WO tersebut berada. Jadi kalau mau ngajak ketemuan selalu di mall atau cafe. Dan kita yang bayar lho billnya...
2. Fee yang mereka minta sangat mahal menurut ukuran Jakarta, sekitar 11-12 juta.
3. Cara mereka juga tidak profesional, mereka jarang mengkonfirmasikan acara dengan calon pengantin, mereka malah lebih suka kontak dengan orang tua pengantin, seharusnya calon pengantin juga diajak ngomong dong..., juga tidak mau menerima pendapat dari calon pengantin dan terasa tidak menghargai pendapat orang lain, semaunya sendiri.
4. Calon pengantin pernah ribut dengan WO tersebut sebelum hari H, WO tersebut terkesan menganggap calon pengantin sebagai orang bodoh dan tidak tahu apa-apa. Seharusnya semua masalah bisa diselesaikan dengan baik baik. Eh ini malah pakai nantang segala kalau mereka tidak mau bertanggung jawab apabila tidak menuruti kehendak mereka.
5. Mereka membuat konsep acara pernikahan tidak jelas,
6. Mereka terkesan cari untung saja, juga terkesan memaksakan kehendak dengan hanya merekomendasikan vendor2x kenalan mereka dengan ortu calon pengantin tanpa melakukan konfirmasi dengan calon pengantin dan tidak memberikan alternatif lain. Kalau kita punya vendor lain mereka langsung dengan sok tahu bilang kalau vendor tersebut jelek lah, tidak bagus lah, kuno lah. Saya merasakan kalau mereka hanya cari untung saja tanpa mempertimbangkan masukan dari pihak lain.
7. Waktu hari H, CD yang seharusnya diputar pada acara pernikahan macet dan tidak bisa diputar, dan mereka tidak punya solusinya untuk memecahkan masalah tersebut. Untung salah satu saudara kami membawa ipod dan akhirnya bisa diputar. Tetapi yang membuat saya upset adalah mereka terkesan tidak peduli dan tidak ada permintaan maaf.
8. Jumlah personil WO tersebut pada waktu hari H CUMA 6 orang saja, padahal dengan jumlah fee sebesar itu seharusnya lebih dari 6 orang dong... jadinya kalau ada masalah mereka terkesan kalang kabut. Dan jumlah tersebut tidak sepadan dengan besarnya tanggung jawab yang dipikul.
Pokoknya jangan pernah pakai mereka, kalau anda tidak mau kecewa nantinya

 
ABOUT WEDDINGKU | ADVERTISING | NEWS & EVENTS | AWARDS & REVIEWS | GUESTBOOK | CONTACT US | RSS FEED
Ketentuan Penggunaan | Ketentuan Forum | Kebijakan Privasi © 2002-2010 Weddingku.com | Powered by Menaravisi